“Jelas bukan suatu keharusan penafsiran tertentu, sekali diterima harus selalu diterima; akan selalu ada ruang dan keharusan untuk penafsiran-penafsiran baru dan ini sebenarnya proses yang terus berlanjut.” (Prof. Fazlur Rahman)
Prolog
Dalam Pandangan Thomas Hobbes (1588-1679), manusia adalah serigala bagi manusia lain (homo homini lupus). Pandangan tokoh filsafat analitis tersebut seakan-akan menvonis seluruh manusia sebagai rival bagi lainnya, sehingga permusuhan, persengketaan, pertumpahan darah dan lain-lain di antara mereka merupakan sebuah keniscayaan, seraya mengeliminasi kecenderungan untuk bekerjasama sebagai perangai natural mereka.


Recent Comments