Archive for the 'Thought' Category

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Abstract. This article focuses on the history of development of science. It firstly discusses the relation between human being and their efforts to know environment around them and to solve their daily problems by trial and error method. The next generation develops their inventions by examining, researching, and inventing the new one. It secondly proves that knowledge and sciences are across culture and civilization by explanations of development of sciences from ancient era like Egypt and Greek to medieval era like Islam and Medieval Europe and their last transformation to Modern Europe and Western civilization.

Keywords: history, knowledge, science, ancient civilizations, medieval era of Islam, modern Europe, contemporary Western civilization

Pendahuluan

“Sejarah tertulis berisi rekaman yang sangat sporadis dan tidak lengkap”, demikian Gordon Childe menulis, “tentang apa yang telah manusia lakukan di pelbagai belahan dunia selama lima ribu tahun terakhir”. Idealnya sejarah adalah rekaman tentang semua rentetan peristiwa yang telah terjadi, yang berfungsi sebagai pengungkap segala sesuatu sesuai dengan fakta yang ada tanpa distorsi sedikitpun, tetapi pada kenyataannya ia hanya mengungkap sebagian rentetan peristiwa tersebut dan tidak bisa lepas sepenuhnya dari rekayasa yang biasanya dilakukan oleh penguasa politik. Meskipun fenomena semacam ini pernah terjadi, tetapi hal ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan remeh bahkan harus diluruskan, karena menyangkut dan memengaruhi kehidupan generasi selanjutnya sebagai aktor sejarah berikutnya. Apalagi sejarah yang dimaksud adalah sejarah tentang ilmu pengetahuan yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Dengan demikian, perlu adanya usaha yang sungguh-sungguh serta tanggung jawab moral dan akademik dalam pemaparan sejarah.

Sebelum memaparkan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, penulis harus mengungkap sekilas tentang perbedaan antara pengetahuan dan ilmu agar tidak terjebak pada kesalahpahaman mengenai keduanya, sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah dan benar apa yang dimaksud dengan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam makalah ini. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sementara itu, pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu. Jadi ilmu lebih khusus daripada pengetahuan, tetapi tidak berarti semua ilmu adalah pengetahuan.

Continue reading ‘Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan’

Dialog Peradaban; Dari Wacana Menuju Realita

Meski runtuhnya gedung WTC (World Trade Centre) di Manhattan pada tanggal 11 September 2001 sudah berselang beberapa waktu, namun pelbagai efeknya hingga kini masih terasa. Tragedi yang menelan banyak korban ini, menguatkan teori benturan peradaban yang diusung oleh dua tesis kesohor, yaitu The Clash of Civilizations and The Remaking of The World Order karya Samuel P. Huntington, dan The End of History and The Last Man karya Francis Fukuyama, di mana keduanya masih pasang surut.

Secara garis besar, kedua penulis tesis tersebut sama-sama menekankan kedigdayaan peradaban Barat di atas peradaban lain. Hanya saja, Samuel P. Huntington selain menekankan hal tersebut, dia juga optimis akan kemenangan mutlak peradaban Barat dalam perang kebudayaan. Sedang Francis Fukuyama menegaskan, bahwa kapitalisme –identitas primer peradaban Barat modern– akan mengalahkan ideologi lain, seperti Marxisme sebagai rival utamanya. Dia juga optimis, bahwa pada akhirnya, kapitalisme –dengan pasar dan perdagangan bebas sebagai propagandanya– akan menjelma menjadi agama manusia selamanya.

Sayyid Yasin, seorang sosiolog Mesir, menyuguhkan buah karyanya Hiwâr al-Hadhârât; al-Gharb al-Kawnî wa al-Syarq al-Mutafarrid. Buku ini merupakan respon terhadap perkembangan wacana dialog peradaban yang memeras keringat para filsuf, sejarahwan, dan sosiolog sejak tahun 90-an, yang merupakan respon positif guna mencari solusi menanggulangi problem antarperadaban. Di dalam buku ini, penulis berusaha menarik dialog peradaban dari sekedar wacana menjadi tindakan riil, berupa universalitas politik dan budaya.

Buku tersebut dibagi ke dalam dua sub-tema. Pertama, peradaban; antara dialog dan benturan, yang mencakup tiga hal, yaitu menelisik akar dialog antarperadaban, problem Barat sentris dan orisinalitas budaya, serta situasi pasca-tragedi 11 September 2001. Kedua, dialog Palestina-Israel sebagai sampel ideal dialog peradaban, di mana keduanya berada pada dua pilihan; damai atau perang.

Continue reading ‘Dialog Peradaban; Dari Wacana Menuju Realita’


Blog Stats

  • 46,142 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.