Archive for October, 2008

Teologi Dialog Antaragama

Pluralitas dalam segala hal adalah sunnatullah yang tidak akan punah hingga akhir masa. Begitu juga kenyataan perbedaan agama, ia merupakan hak asasi manusia yang paling fundamental sehingga tak boleh diusik apalagi dilangkahi. Karena, hanya dengan menghormati segenap perbedaan, kedamaian sebagai cita-cita mereka bersama bisa terwujud. Tapi permasalahannya adalah, benarkah mereka bisa menghormati kebebasan beragama dalam arti sebenarnya, atau selama ini sikap tersebut hanya sebatas pada tataran teoritis saja? Pertanyaan ini kiranya cukup menggugah sikap keberagamaan kita selama ini, dan tentunya menuntut adanya realisasi aktif dari masing-masing kalangan.

Bertolak dari sudut pandang Islam, kita bisa sedikit menoleh kembali kebelakang yaitu ke catatan sejarah awal Islam pada zaman Nabi Muhammad Saw., karena bagaimana pun juga dari sanalah kita bisa menemukan contoh-contoh elementer pola interaksi beliau dengan pemeluk agama lain. Setidaknya, hal ini bisa kita lacak langsung dalam Alqur`an, Sunnah ataupun dalam beberapa manuskrip tentang periode-periode awal Islam yang nantinya bisa dijadikan sebagai pijakan dasar metode standar interaksi antaragama yang sreg dengan konteks kekinian.

Karena sebenarnya kalau mau jujur diakui, gaung dialog antaragama yang berderu kencang di Barat akhir-akhir ini ternyata akar sejarahnya hanya terdapat dalam Islam an sich, mungkin di sinilah letak sisi toleransi –dalam pengertian sebenarnya– Islam bisa digali dan dikembangkan. Adapun dalam tradisi Barat, terutama dalam kitab suci mereka, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tak sepeserpun konsep dialog antaragama termaktub di dalamnya. Continue reading ‘Teologi Dialog Antaragama’

Advertisements

Blog Stats

  • 133,551 hits